Contoh pelanggaran etika berlalu lintas

Perilaku berlalulintas sebenarnya tidak terlepas dari mekanisme pembelajaran  beretika.Seberapa seorang anak mau menaati rambu-rambu  lalulintas, misalnya, selain ditentukan sifat anak itu sendiri, mungkin juga meniru bagaimana orangtuanya dulu berlalulintas. Termasuk juga stigma mengenai polisi. Tidak  banyak orangtua yang sejak dini menekankan pentingnya menaati peraturan lalu lintas.
Individu belajar bahwa situasi-situasi  tertentu saat terburu-buru, misalnya, ketika tidak  ada polisi,bisa dijadikan pembenaran bagi pelanggaran peraturan lalu lintas. Untuk situasi-situasi yang bener-benar urgent ini mungkn logis, tapi kebanyakan orang kmudian melakukan perluasan situasi-situasi  apa aja yang bisa membenarkan tindakan mereka, dan pada akhirnya kita terjebak di budaya.
Polisinya juga, banyak yang lebih seneng nerima duit dari pelanggar daripada ‘menegakkan kebenaran’. Begitu juga kita-kita yang lebih seneng langsung bayar  “biar cepet slesai” daripada menuntaskan masalah sesuai peraturan yg berlaku. Meski demikian, tidak  sedikit pula pengguna jalan yang  sama hal ini dan pengen laporin pelanggaran yang dilakukan oleh polisi ini ke pihak yang lebih berwenang. Hanya saja, banyak  yang  tidak  tahu kemana mreka harus melapor.
Makanya, untuk meningkatkan,paling  tidak memfasilitasi attitude yang baik terhadap peraturan lalu lintas, harusnya lebih disosialisasikan lagi kema na harus melaporkan petugas lalu lintas yang melanggara peraturan. Bagaimanapun, memang  tidak  bisa jika  peningkatkan dan perbaikan cuma diberikan ke satu pihak, tidak adil pula untuk menyalahkan cuma sebagian pihak. Karena yang terlibat di sini adalah semua yang berada di jalan. Jadi pengguna jalanpun harus juga sadar bahwa tidak cuma mereka  yang memakai jalan ini,pelanggaran peraturan lalu lintas juga melibatkan tanggungjawab bagi orang lain.
Makanya, ayo budayakan tertib berlalu lintas sehingga lalulintas berjalan tertib,aman dan terkendali.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s